Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak – Sarat akan sejarah Islam, kota Demak di Jawa Tengah menjadi salah satu tujuan wisata religi di Indonesia. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1475. Kejayaan kerajaan Demak membawa pengaruh perkembangan Islam di Pulau Jawa.

Salah satu bukti sejarah Kerajaan Demak adalah Masjid Agung Demak. Meski terbilang sudah sangat berusia, namun masjid bersejarah ini masih terbilang kokoh dan memiliki sejumlah pesona. Oleh karena itu pula yang menjadikannya alasan sebagai pusat atau tujuan wisata religi paling utama di kota Demak Jawa Tengah. Apa sajakah pesona masjid bersejarah yang satu ini?

Awal Mula Dibagunnya Masjid Agung Demak

Masjid yang juga dikenal sebagai masjid tertua di Indonesia ini dibangun oleh Raden Patah dan 9 Wali (Wali Songo). Awalnya, masjid ini merupakan bagian dari pesantren Telaga Wangi dan sudah dibangun pada tahun 1466. Baru di tahun 1477 masjid ini direnovasi menjadi masjid Kadipaten Telaga Wangi.

Seiring makin pesatnya penyebaran agama Islam di Pulau Jawa, masjid ini tak mampu lagi menampung Jemaah. Maka pada tahun 1478 masjid pun dipugar dan diresmikan sebagai masjid Kesultanan Bintoro Demak. Kini masyarakat lebih mengenalnya sebagai Masjid Agung Demak.

Baca juga: Tempat wisata di Magelang

Pesona Arsitektur Masjid Agung Demak

Sejak dari awal dibangun, atap masjid sudah berbentuk pyramid dengan tiga tingkat gunungan. Bentuk gunungan merupakan akulturasi budaya Hindu Jawa dan Islam. Hal ini membuat sebagian besar masyarakat yang memeluk agama lain dibuat terheran-heran dan tidak menduga bahwa bangunan yang mereka lihat ini adalah sebuah masjid.

Masjid Agung Demak juga memiliki dua bagian, yaitu bangunan utama dan serambi. Serambi masjid dihiasi 8 pilar yang Coko Ukir. Pada bangunan utama masjid terdapat 4 Soko Guru utama atau 4 pilar utama yang tingginya mencapai 17 meter. Jumlah tersebut menjadi simbol jumlah rakaat yang menjadi kewajiban ibada umat Muslim setiap hari. Pilar tersebut merupakan wakaf dari 4 wali songo.

Hampir seluruh isi bagian masjid masih asli seperti pertama kali baru dibangun. Mihrab masjid dihiasi gambar kura-kura yang menandakan pembangunan Masjid Agung Demak di tahun 1400 Saka atau 1479 dalam Masehi. Di sekitar Mihrab terdapat gambar matahari yang menggambarkan surya Majapahit yang melambangkan kemasyhuran, kejayaan atas kerajaan Majapahit.

Terdapat Museum Peninggalan Bersejarah

Bukan hanya itu saja, di masjid ini juga terdapat museum yang menyimpan berbagai benda dan hal-hal bersejarah lainnya yang terkait dengan awal perkembangan agama Islam di pulau Jawa. Masjid ini memunyai lebih dari 60 koleksi, mulai dari foto-foto, berbagai jenis Al-Qur’an kuno, gentong, kap lampu, hingga material bangunan asli masjid.

Di museum ini juga diperlihatkan contoh tatal atau potongan kayu yang digunakan Sunan Kalijaga untuk menambah tinggi pilar agar memiliki tinggi yang sama dengan pilar yang lainnya. Karena ragam pesonanya inilah yang menjadikan masjid bersejarah ini tidak pernah sepi dari pengunjung.baik untuk sekadar beribadah atau berwisata sejarah Islam.

Itulah beberapa uraian tentang pesona Masjid Agung Demak yang memilki nilai sejarah yang tidak bisa dibandingkan dengan tempat mana pun. Sebab, masjid ini menjadi salah satu saksi sejarah atas awal era berkembangnya agama Islam di Indonesia khususnya di pulau Jawa.